vhira yaafiiera

vhira yaafiiera
selamat datang :) :)

Senin, 05 Januari 2015

hujan pake formalin x yaak?awet beneeer :D








butir butir keindahan langit kini tampak awet membasahi kulit sang bumi
ada segelintir makna tersendiri yang kiranya terurai
hujaaaan..
suatu hiasan yang ada kalanya terlihat indah menemani waktu hampa
ada kalanya juga turut menciptakan segumpal kata kata 'shit' karna keaktifannya..

ada yang bilang hujan itu indah,.
tapi mengapa membenci hujan?
ada yang bilang hujan itu selalu menjadi penghambat di setiap waktu.,
namun apakah engkau bisa hidup tanpa hujan??

bagiku hujan itu indah,yaah memang indah..
butir tetesan tetesannya yang sangat ku kagumi..
kadang ada saat di mana hujan mengingatkan ku pada masa kecilku..
di mana kata wajar masih sangat lekat jika ku kegirangan di bawah tetesan hujan..
indah sekali masa itu..

kini mengapa hujan di simbulkan sebagai kegalauan?
"ingin ku menangis di dalam derasnya hujan,agar tiada satu orangpun yang tau bahwa aku sedang bersedih"
mungkin dari kata kata itu kita mendapatkan fungsi lain dari hujan..
apa??
'tempat persembunyian'..
yaaaa,tidak salah kan??
bukankah setiap sesuatu itu ada gunanya masing2..

hujaaan..
sekarang yang ku tahu hujan adalah naungan dimana aku dapat dengan tenang menumpahkan apa yang tak sempat tertuang sepenuhnya,.
walaupun hanya berbicara dengan bayangan,setidaknya lega dengan apa yang telah terkatakan kepada hujan..

tidak heran jika suatu saat akan ada buku yang berjudul "love rain" :D

beloved,dear..









Cuaca tak menentu
Namun kehadiranmu senatiasa menguatkanku

Aku masih disini
Menyusun,dan mencari bekal untuk nanti
Samar yang ku tahu
Namun,jauh di ujung sana ada dirimu,’lentera hatiku’
Mengayuh waktu,memahat jejak diri,di setiap langkahku.

Aku tak ingin hatimu yang megah,
Yang aku ingin hatimu yang sederhana,hangat dan membuatku nyaman didalamnya.
Disana ada damai dan bahagia sehingga aku dapat dengan leluasa menulis puisi semauku.
Tanpa ada rambu rambu dan palang
Kau bisa menjadi langit yang ku sanjung
Menjadi lautan tempat rasaku berenang
Atau bahkan menjadi kertas tempat puisi puisi ku menetas

Kasih ..
Terima kasih telah menjadi bagian dari hidupku.,

Minggu, 04 Januari 2015

mungkin hanya kata yang dapat terangkai









Memanggil namamu
Tak kudengar suaramu
Lembayung nafas cintamu
Tak terpatri dalam jiwaku
Mengalun sendu pilu
Meneriaki dengan pelan: ya sudahlah…

Tinta kesabaranku telah habis
Tak berbekas dalam lembaran asa
Terurai menorah duka
Usangnya jiwaku turut mendukung

Pun telaga harapan jadi kering
Ditimba emosi egoisme
Nadir terbang dibawa angin
Tak kuasa aku menahannnya
Tak kuat aku mengenggamnya
(sembari hati memohon)

Langkah menatap pilu
Mengalun merangkai sendu
Kabut pekat menyelimuti
Sembari memohon peluh
Utopia dibawa pergi
Direbut mimpi sejumput…

Hari ini…
Kau lukiskan kisah baru
Menghapus duka bersatu
Atas nama cinta kita

Kemarin…
Kau bawa simpul senyum manis
Senyum yang menjadi milik kita kala
Senyum pertanda dunia terasa kecil
Meski pada akhirnya berakhir derai mata

Hari ini..
Kucoba mengingatnya kembali
Meski senyummu masih melekat
Pertanda kumasih sayang padamu

Separuh jiwaku kau bawa pergi
Kau letakkan di luar hatimu
Mungkin tak boleh masuk lagi
Karena kutahu tak bisa kurangkai lagi…

Kemarin…
Masih ada sapaan manismu
Meski kau bawa semuanya

Siang, masih ada semuanya
Tak sadarkah engkau?
Malam ini tak berbekas lagi… Perih!

Di akhir ceritamu..
Kau gariskan jejak bertabur cita
Dalamnya kau beri rasa
Karena kita  saling menabur cinta

Di akhir tawamu….
Kau simpulkan sukamu dalam cangkir itu
Saat sore menyapa serabut mimpi kita….

Di akhir mimpimu…
Kau harapkan apa yang kau inginkan
Meski semuanya kadang tak adil…

Di akhir semuanya..
Hanya ada jiwa  kita…


Bukan jiwa ini yang mengatakan cinta
Tetapi hati iniyang sudah mengatakannya dahulu

Bukan raga yang menyakinkanku
Tapi batin ini yang menyuruhku
Kalau aku harus mencintaimu

Karena selalu ada rasa ini
Selalu terbayang dalam hiduo ini
Tuk mencintaimu…

Pada bingkisan rindu
Kuucapkan selumat kasih berpita mesra
Masiha ada hati untuknya yang kugambar polos
Di pagi ini…

Mungkin ada coretan pada hati
Tergores menodai munajat cinta
Seakan ikut tersenyum
Untuk tulisan bergambar hati

Tak tetahankan rindu ini
Tak mampu kuungkapakn kini
Selalu terbayang wajahmu
Meski kita tak pernah tersenyum saat melihat
Merangkul pusaran waktu agar berlari cepat

Ada setetes rindu
Melegakan harapatn untuk bersama selamanya

Sejak kumenemukanmu kala itu..
Dunia ikut begembira puas
Melihatku bahagia penuh pesona
Di balik senyumnya

Sejak kumenemukanmu.
Dunia juga merasa iri
Karena cintaku padanya berkurang
Perhatian pada yang lain

Sekarang…
Kau meninggalkanku sendiri
Membiarkanku merana berdiri
Menatap kisah lalu yang penuh arti

Sekarang….
Tak ada lagi candamu
Senyummu ikut terbang kesana
Ternyata dunia kita berbeda…

Coba kau tanyakan pada dunia…
Apa yang ia rasakan sekarang..
Mungkin “aku akan pergi” jawabnya..

09-10-12